animasi  bergerak gif
Showing posts with label Teks Narrative / Narrative text. Show all posts
Showing posts with label Teks Narrative / Narrative text. Show all posts

Monday, 21 September 2015

CINDERELLA

 
CINDERELLA


>English Version<
      Once upon a  time, there lived an unhappy young girl with her stepmother and two step sisters who didn't like her. All the nice things, kind thought and loving touches were for her own daughters. But, for the poor unhappy girl, there was nothing at all. For she had to work hard all day, and only when evening came was she allowed to rest for a while by the fire, near the cinders. That is how she got her nickname, for everybody called her Cinderella.

     It was quite true. Cinderella, even dressed in rags with a dusty gray face from the cinders, was a lovely girl. While her stepsisters, no matter how splendid and elegant their clothes, were still clumsy, lumpy, and ugly.


     One day, a ball was to be held by the royal family of the kingdom to find the prince's spouse. Cinderella's stepsisters ordered beautiful new dress for the ball. Cinderella wanted to go to the ball but her stepmother asked her to stay at home.


     "You? My dear girl, you're staying at home to wash the dishes, scrub the floor and turn down the beds for your stepsisters. They will come home tired and very sleepy." asked her stepmother.


     Cinderella only nodded her head and began to work. Suddenly something amazing happened. In the kitchen, where Cinderella was sitting all by herself, there was a burst of light and a fairy appeared.


     "Don't be afraid Cinderella, I know what you feel, my dear. Do you want to go to ball?" asked the fairy.


      "Yes, I do. But look! How can I go to the ball with this dress?" Cinderella replied.


     Then the fairy turned Cinderella's dress became the most beautiful dress and with beautiful slippers, the loveliest ever seen in the realm. The fairy also turned a pumpkin into a parking coach and turned the mice become six white horses.


     "Now, you can go to the Court and go to the ball. But remember my dear Cinderella, you must leave the ball at midnight and come home. For that is when the spell ends. Your coach will turn back into a pumpkin, the horses will become mice and you will be dressed again in rags with clogs.


     At the ballroom, Cinderella amazed everybody there include the prince. When the prince set eyes on Cinderella, he was stuck by her beauty. Walking over to her, he bowed deeply and asked her to dance. Cinderella had a wonderful time at the ball. But, all of a sudden, she heard the sound of a clock, the first stroke of midnight.


     Remembered what the fairy had said, Cinderella ran back to the coach and went home. But he lost one of her slippers in ballroom. The prince who was now madly in love with her, picked up her slipper and would search for the girl whose foot fitted with the slipper.


    In the next morning, the prince began to search everywhere in the kingdom but no girl whose foot fitted with the slipper. Until he found Cinderella house and asked Cinderella's stepsisters to wear the slipper. But none fitted with the slipper. The prince began hopeless.


      "Is there any girl else here" Asked the prince.


     "Yes, there are. But she is very ugly and I think she is not the girl that you are looking for." replied Cinderella's stepmother.


     "Call her here!" Asked the prince.


     Then Cinderella's stepmother called Cinderella to come out who was dressed in rags and wore clogs like usual. The prince began to wear the slipper into Cinderella foot, and it was fit.


     The prince believed that Cinderella was the girl he met in the ball. Then the prince asked Cinderella to marry him. And at the end, Cinderella and the prince lived happily ever after in the kingdom.


>Versi Bahasa Indonesia<
      Pada zaman dahulu, hiduplah seorang gadis muda yang tidak bahagia dengan ibu tirinya dan kedua sodara tirinya yang tidak menyukainya. Semua hal-hal yang baik, prasangka baik dan sentuhan yang penuh kasih adalah untuk anaknya sendiri. Akan tetapi, bagi gadis yang tidak bahagia itu, tidak ada sama sekali. Karena ia harus bekerja keras setiap hari, dan hanya saat malam tiba dia baru diizinkan untuk istirahat sementara waktu disamping perapian. Itu lah sebabnya dia mendapatkan panggilan akrabnya, semua orang memanggilnya Cinderella.

     Memang benar adanya. Cinderella, walaupun berpakaian compang-camping dengan wajah abu-abu berdebu karena abu perapian, adalah seorang gadis cantik. Sementara sodara tirnya, tidak peduli bagaimana pakaian mereka kenakan indah dan elegan, adalah gadis yang culun dan jelek.


     Suatu hari, pesta dansa diadakan oleh keluarga kerajaan untuk menemukan pasangan sang pangeran. Sodara tiri Cinderella memesan baju baru yang indah untuk pesta dansa teresebut. Cinderela ingin pergi ke pesta dansa tapi ibu tirinya memintanya untuk tinggal di rumah.


     "Kau Gadisku sayang,? Kamu tinggal di rumah untuk mencuci piring, menggosok lantai dan merapikan tempat tidur untuk sodara tiri kamu. Mereka akan pulang lelah dan sangat mengantuk." perintah ibu tirinya.


    Cinderella hanya menganggukkan kepalanya dan mulai bekerja. Tiba-tiba sesuatu yang menakjubkan terjadi. Di dapur, di mana Ciderella duduk sendiri, ada sorot cahaya dan muncul lah peri.


    "Jangan takut Cinderella sayang, saya tahu apa yang kamu rasakan, sayangku . Apakah kamu ingin pergi ke pesta dansa?" tanya peri.


    "Ya, saya ingin. Tapi lihatlah!. Bagaimana saya bisa pergi ke pesta dansa dengan gaun ini? Jawab Cinderella.


    Kemudian sang peri merubah gaun Cinderella menjadi gaun yang paling indah dan dengan sepatu yang indah, yang terindah yang pernah dilihat di alam. Peri itu juga merubah labu menjadi kereta kencana dan merubah tikus menjadi enam kuda putih.


   "Sekarang, kamu bisa pergi ke istana dan pergi ke ruang dansa. Tapi ingat sayangku Cinderella, kamu harus meninggalkan pesta dansa tepat di tengah malam dan pulang. Ketika itulah mantranya berakhir. Kereta kencana mu akan berubah kembali menjadi labu, kuda putihnya akan menjadi tikus dan kamu akan berpakaian compang-camping lagi serta memakai sandal.


    Pada ruang dansa, Cinderella membuat kagum semua orang di sana termasuk sang pangeran. Ketika pangeran menetapkan mata Cinderella, ia takjub oleh kecantikannya. Berjalan mendekatinya, ia membungkuk dalam-dalam dan mengajaknya berdansa. Cinderlla mendapati waktu yang indah di pesta dansa itu. Tapi, tiba-tiba, ia mendengar suara jam, berdentang untuk partama kali menunjukan tengah malam.


     Teringat apa peri katakan, Cinderella berlari kembali ke kereta kencana dan pulang. Tapi dia kehilangan salah satu sepatunya di ruang pesta. Pangeran yang sekarang jatuh cinta dengan dia, mengambil sepatu itu dan akan mencari gadis yang kaki pas dengan sepatu tersebut.


     Pada keesokan harinya, sang pangeran mulai mencari disetiap penjuru kerajaan tapi tidak ada gadis yang kakinya pas dengan sepatu itu. Sampai dia menemukan rumah Cinderella dan meminta sodara tiri Cinderella untuk memakai sepatu tersebut. Tapi tak satu pun pas dengan sepatu itu. Pangeran pun mulai putus asa.


     "Apakah ada gadis lain di sini?" pangeran bertanya.


    "Ya, ada. Tapi dia sangat jelek. Dan saya pikir dia bukanlah gadis yang Anda cari." jawab ibu tiri Cinderella.


     "Panggil dia kesini!" Kata pangeran.


     Kemudian ibu tiri Cinderella memanggil Cinderella untuk keluar dengan berpakaian compang-camping dan mengenakan sendal seperti biasa. Pangeran mulai memakaikan sepatu ke kaki Cinderella, dan ternyata pas.


     Pangeran percaya bahwa Cinderlla adalah gadis yang dia temui di pesta dansa. Kemudian sang pangeran meminta Cinderella untuk menikah dengannya. Dan pada akhirnya Cinderella dan sang pangeran hidup bahagia selamanya di kerajaan.


Sekian cerita Cinderella kali ini, semoga bermanfaat

Sunday, 20 September 2015

Mouse Deer and Crocodile

 KISAH KANCIL DAN BUAYA


>English version<

     One day, Mouse Deer went down to the river to take a drink. But he knew that the crocodile might be waiting underwater to eat him, so he said out loud. “I wonder if the water’s warm. I’ll put in my leg and find out.” Of course Mouse Deer didn’t put in his leg. He picked up a stick instead and put one end into the water. Chomp…! Crocodile grabbed the stick and pulled it underwater. Mouse Deer laughed. “Ha… ha…ha… Stupid crocodile! Cant you tell the difference between a stick and a leg?” Then Mouse Deer ran off to drink somewhere else.

     In the next day, Mouse Deer wanted to cross the river. He wanted to eat the fruits on the other side of the river. He saw a floating log in the river. He knew that Crocodile looked like a log when he floated. Mouse Deer didn’t want to be eaten by Crocodile when he crosses the river. He had an idea. He called out loud, “Crocodile!” Crocodile rose from the water, “Hello, Mouse Deer. Have you come to be my lunch?” Mouse Deer smiled. “Sorry, not today, Crocodile. I have orders from the King. He wants to invite all the crocodiles in this river to a party. He wants me to count all the crocodiles so he could prepare enough meal for you.”
“Really…? Tell us what to do,” said Crocodile. “You must line up from this side of the river to the other side,” said Mouse Deer. Crocodile then got all his friends and family. They lined up across the river. Mouse Deer then jumped onto Crocodile’s back. “One,” he counted. He jumped on to the next crocodile, “Two.” And the next crocodile, “Three.” Mouse Deer kept jumping until he arrived on the other side of the river. “How many are there?” asked Crocodile. “Just enough,” said Mouse Deer. He laughed as he ran to the forest.

>Versi Bahasa indonesia<

     Suatu hari, Kancil pergi ke sungai untuk minum. Tapi ia tahu bahwa buaya mungkin menunggu didalam air untuk memakannya, jadi dia berteriak keras-keras. "Aku ingin tahu apakah air hangat. Aku akan memasukkan kaki saya ke dalam air dan mencari tahu. "Tentu saja Kancil memasukkan kakinya. Dia mengambil tongkat dan memasukkan satu ujung ke dalam air. Chomp …! Buaya menyambar tongkat dan menariknya ke bawah air. Kancil tertawa. "Ha … ha … ha … buaya bodoh! Tidak bisakah membedakan antara tongkat dan kaki?" Lalu Kancil lari menjauh untuk minum di tempat lain.

     Pada hari berikutnya, Kancil ingin menyeberang sungai. Dia ingin makan buah-buahan di sisi lain sungai. Dia melihat batang kayu mengambang di sungai. Dia tahu bahwa Buaya tampak seperti kayu mengambang ketika ia mengambang. Kancil tidak mau dimakan oleh buaya ketika ia melintasi sungai. Dia punya ide. Ia berseru keras, "Buaya!" Buaya terangkat dari air, "Hai, Kancil. Apa kamu datang untuk menjadi makan siangku? "Kancil tersenyum. "Maaf, tidak hari ini, Buaya. Saya mendapat perintah dari Raja. Dia ingin mengajak seluruh buaya di sungai ini ke pesta. Dia ingin aku menghitung semua buaya sehingga ia bisa mempersiapkan cukup makanan untuk kamu." "Benarkah…? Beritahu kami apa yang harus dilakukan," kata Buaya. “kamu harus berbaris dari sisi sungai ke sisi lain,” kata Kancil. Buaya kemudian memanggil semua teman-temannya dan keluarganya. Mereka berbaris hingga seberang sungai. Kancil lalu melompat ke punggung buaya. "Satu," ia menghitung. Dia melompat ke buaya berikutnya, "Dua." Dan buaya berikutnya, "Tiga." Kancil terus melompat sampai ia tiba di sisi lain sungai. "Berapa banyak?" Tanya Buaya. "Cukup," kata Kancil. Dia tertawa sambil berlari ke hutan

RAPUNZEL

RAPUNZEL

 >English version<

      Once upon a time, There were a married couple lived in the village. They felt very lonely because of no children accompanying them. They always prayed to God to give a child. Then God answered their praying. One day his wife was pregnant. He was so happy. Their days turned into happiness. They spent the days together.

     One day, his wife fell sick. She suffered a strange illness. Her husband had tried to treat her, but she didn’t turn to be healthy. Even her healthy was getting worse. She could not eat any food. He was so worried both his wife and the baby’s health.

     Then he remembered that there was a magic flower in the forest which could cure every illness. But it was guarded by a cruel witch. He went to the forest to pick the magic flower because he really loved his wife and the baby. having arrived in the forest, he saw the flower and picked it. But While he was picking it, the witch saw him and wanted to kill him.”Please don’t kill me”. He begged. “My wife is pregnant and now suffering a strange illness. If I don’t give this magical flower, she and her baby will die”. He added. The witch felt sorry for him and let him go. But she told him if the baby was born, he had to give the baby to her. Because of his worrying, he nodded to agree the condition.

     Having arrived home, he immediately gave the magic flower to his wife . Then the miracle happened! His wife’s strange illness astonishingly disappeared. She bore a beautiful baby. But suddenly the witch came and robbed the baby and took her away. They just saw her leaving without doing anything to prevent it.
The witch put the the baby to the very high tower. There was no door. It only had a window. The witch was raising the baby in the tower and gave her name, Rapunzel. Some years later, Rapunzel grew to be a beautiful girl. 

     Rapunzel has a very long hair. Because it was never cut. The witch used it to climb the tower to give her food. The witch always called her from below. “Rapunzel!! let your hair down! I bring some food for you”. She said. Besides her beautiful face, Rapunzel also had a very beautiful voice. She stayed on the top of tower alone. She never saw human except the witch. She felt so lonely that she spent her days by singing.
One day, a handsome prince passed the tower. He heard Rapunzel singing beautifully. Then he fell in love with her voice. Every day the prince came to the tower to listen to Rapunzel. Until one day he saw the witch climbed the tower using Rapunzel hair. On the next day, the prince wanted to climb the tower. He was very anxious about her. Then he followed the way the witch called Rapunzel. “Rapunzel, let your hair down”. He imitated the witch. Then Rapunzel let her hair down. He climbed to the top of tower with it. After he had reached the top, Rapunzel was so surprised to know that it was not the witch but a handsome prince. Then they fell in love each other. The prince told about everything outside the tower. He invited her to escape. But when they wanted to escape, the witch came and pushed him from the top. It caused him blind. The witch got angry with her. Then she cut Rapunzel’s hair and expelled her to the desert.

     Many years the prince had tried to find her. Although he was blind, he never gave up. He believed he could find her because of her beautiful voice. One day, he reached the desert and heard a voice. He felt familiar with the voice. Then they met again. Rapunzel hugged him and cried happily until her tear fell down to the prince’s blind eyes. Miraculously it made the prince’s sight back. Afterwards the prince brought Rapunzel to his kindom and they lived happily forever.


>Versi Bahasa Indonesia<

     Dahulu kala, ada pasangan suami istri yang telah menikah dan tinggal di sebuah desa. Mereka merasa sangat kesepian karena tak kunjung mempunyai seorang anak. Mereka selalu berdoa kepada Tuhan untuk menganugrahkan seorang anak. Kemudian Tuhan menjawab doa mereka. Dan akhirnya sang istripun hamil. Dia begitu bahagia. Hari-hari mereka berubah menjadi kebahagiaan. Mereka menghabiskan hari-hari mereka bersama-sama.

     Suatu hari, istrinya jatuh sakit. Dia menderita penyakit aneh. Suaminya telah mencoba untuk mengobati, tapi dia tidak kunjung sembuh. Bahkan penyakitnya semakin parah. Dia tidak bisa memakan apapun. Sang suami begitu mengkhawatirkan kondisi istri dan calon buah hatinya.

     Lalu ia teringat bahwa ada bunga ajaib di hutan yang bisa menyembuhkan setiap penyakit. Tapi dijaga oleh seorang penyihir yang kejam. Ia pergi ke hutan untuk memetik bunga ajaib tersebut karena cintanya kepada istri dan bayinya sangat besar. sesampainya di hutan, ia melihat bunga ajaib tersebut dan mengambilnya. Namun ketika ia sedang memetik bunganya, penyihir tersebut melihat dia dan ingin membunuhnya. “Tolong jangan bunuh saya”. Dia memohon. “Istri saya sedang hamil dan sekarang menderita penyakit aneh. Jika saya tidak memberikan bunga ajaib ini, ia dan bayinya akan mati”. Dia menambahkan. Penyihir merasa kasihan padanya dan membiarkannya pergi. Tapi dia mengatakan kepadanya jika bayi tersebut lahir, ia harus memberikan bayi itu kepadanya. Karena khawatir, dia mengangguk setuju dengan persyaratan tersebut.

      Setelah tiba di rumah, ia langsung memberikan bunga ajaib kepada istrinya. Maka keajaiban pun terjadi! Penyakit aneh istrinya menghilang secara ajaib. Dia melahirkan bayi yang cantik. Tapi tiba-tiba si penyihir datang dan merebut bayi tersebut dan membawanya pergi. Mereka hanya melihat sang penyihir pergi tanpa mampu melaukan apapun untuk mencegahnya.

      Penyihir menempatkan bayi pada menara yang sangat tinggi. Tidak ada pintu dan hanya memiliki satu jendela. Penyihir itu membesarkan bayi tersebut di menara dan memberikan nama, Rapunzel. Beberapa tahun kemudian, Rapunzel tumbuh menjadi seorang gadis cantik. Dia memiliki rambut yang sangat panjang. Karena tidak pernah dipotong. Penyihir menggunakannya untuk memanjat menara untuk memberikan makanan. Penyihir selalu memanggilnya dari bawah. “Rapunzel!! turunkan rambutmu! aku membawa beberapa makanan untukmu”. Dia berteriak. Selain wajahnya yang cantik, Rapunzel juga memiliki suara yang sangat indah. Dia tinggal di puncak menara sendirian. Dia tidak pernah melihat manusia kecuali sang penyihir. Dia merasa sangat kesepian sehingga dia menghabiskan hari-harinya dengan bernyanyi.

     Suatu hari, seorang pangeran tampan melewati menara. Dia mendengar Rapunzel bernyanyi indah. Kemudian ia jatuh cinta dengan suaranya. Setiap hari sang pangeran datang ke menara untuk mendengarkan Rapunzel bernyanyi. Hingga suatu hari ia melihat sang penyihir menaiki menara menggunakan rambut Rapunzel. Keesokan harinya, sang pangeran ingin memanjat menara. Dia sangat penasaran seperti apa Rapunzel. Kemudian ia mengikuti cara penyihir memanggil Rapunzel. “Rapunzel, biarkan rambutmu ke bawah”. Dia meniru penyihir. Kemudian Rapunzel membiarkan rambutnya turun. Dia naik ke puncak menara dengan itu. Setelah dia mencapai puncak, Rapunzel sangat terkejut mengetahui bahwa itu bukan penyihir tapi seorang pangeran tampan. Kemudian mereka saling jatuh cinta. Pangeran bercerita tentang segala sesuatu di luar menara. Dia mengajak Rapunzel untuk melarikan diri. Tetapi ketika mereka akan melarikan diri, penyihir itu datang dan mendorong sang  pangeran  dari atas. Hingga menyebabkan sang pangeran buta. Penyihir tersebut marah dengan Rrapunzel. Lalu ia memotong rambut Rapunzel dan mengucilkannya ke padang pasir yang jauh.

     Bertahun-tahun pangeran telah mencoba untuk mencari Rapunzel. Meskipun dia buta, dia tidak pernah menyerah. Dia percaya dia bisa menemukannya karena suara Rapunzel yang indah. Suatu hari, ia sampai di padang pasir dan mendengar suara. Dia merasa mengenali suara tersebut. Kemudian mereka bertemu lagi. Rapunzel memeluknya dan menangis bahagia sampai air matanya jatuh ke mata sang pangeran. Ajaibnya air mata tersebut membuat mata sang pangeran kembali normal. Setelah itu sang pangeran membawa Rapunzel ke kerajaannya dan mereka hidup bahagia selamanya.

SNOW SHITE

SNOW WHITE
#English version#


 Once upon a time in a great castle, there was a beautiful princess. She was very pretty, with blue eyes and long black hair. Her skin was delicate and white, and so she was called Snow White. Snow White had a step mother who was always jealous of Snow White's beauty. Her step mother too was very beautiful, and the magic mirror told her this every day, whenever she asked it.

   One day, the step mother asked the magic mirror who the loveliest lady in the land was and the magic mirror answered Snow White was the loveliest in the land. The step mother was very mad. Then he asked her trusty servants to take Snow White into the forest, far away from the Castle and killed her. But the servant didn't kill Snow White, He led the innocent little girl away.

   In the forest, little Snow White was alone and scared. She didn't know where she should go. But suddenly she saw a small strange cottage. She wondered who lived there, then she entered the cottage.

   Inside the cottage, there was 7 beds and a kitchen. Snow White was to tired to explore the cottage, and suddenly fallen a sleep. In the afternoon, the seven dwarfs who lived in the cottage, came home. They surprised to see there was a young lady there. One dwarf woke her up and asked who was she. Snow White told them her sad story. The seven dwarfs understood the feeling of Snow White and asked her to live with them in the cottage.

   Meanwhile in the castle, the servant came back and told to the step mother that Snow White was killed. Then the step mother asked the magic mirror once again who the loveliest in the land was and still the magic mirror answered the Snow White who lived in the small cottage with seven dwarfs was the loveliest one in the land. So the step mother was angry and she planed something bad to Snow White.

   Then the step mother disguising herself as an old women who sold a basket of poisoned apples and went to the cottage. In the cottage, the seven dwarfs warned Snow White to not open the door to the stranger.

  The step mother finally arrived to the cottage and began to offer Snow White an apple. Snow White refused to open the door but the step mother kept persuade and finally Snow White opened the door and brought an apple then he ate it. So Snow White fallen down with the poisoned apple beside her.

   In the afternoon, when the seven dwarfs came home, they were surprised with Snow White who laid down on the floor with pale face and a poisoned apple beside her. The seven dwarfs were sad seeing the Snow White was dying but not die yet. Then the seven dwarfs decided to make a beautiful bed made from a crystal coffin to make Snow White keep alive.

   Day by day, the seven dwarfs waited for the miracle came when Snow White suddenly woke up. Then one day, there was a wanderer who actually a prince from far away kingdom saw a beautiful lady was laid down on crystal bed. The wanderer asked the dwarfs what was happened and the dwarfs told him the story.

   Heard the Snow White's story, the princes decided to carry her to his Castle and asked the doctor to help her. Then the prince kissed her to show his intention. But suddenly Snow White was back to life. The fact was that the prince's kiss broke the spell. Then the prince asked Snow White to marry him.

   From that day on, Snow White lived happily in a great castle. But from time to time, she was drawn back to visit the little cottage down in the forest.



>Versi Bahasa Indonesia<

     Suatu ketika di sebuah istana yang besar, hiduplah seorang putri cantik. Dia sangat cantik, dengan mata biru dan rambut hitam nan panjang. Kulitnya halus dan putih, sehingga ia dipanggil Puteri Salju. Puteri Salju memiliki ibu tiri yang selalu iri akan kecantikan Puteri Salju. Ibu tiri nya juga sangat cantik, dan cermin ajaib mengatakan hal tersebut setiap hari, setiap kali ia bertanya.

     Suatu hari, ibu tirinya bertanya kepada cermin ajaib siapa wanita yang paling cantik di negeri itu dan cermin ajaib menjawab Puteri Salju lah yang tercantik di negeri itu. Ibu tiri itu sangat marah. Lalu ia meminta pelayan kepercayaannya untuk membawa Puteri Salju ke hutan, jauh dari istana dan membunuhnya. Tapi pelayan tersebut tidak membunuh Puteri Salju, Dia membiarkan gadis kecil tak berdosa itu pergi.

     Di hutan, Snow White sendirian dan takut. Dia tidak tahu ke mana dia harus pergi. Tapi tiba-tiba ia melihat sebuah pondok kecil yang aneh. Dia bertanya-tanya siapa yang tinggal di sana, maka ia memtuskan untuk masuk ke pondok tersebut.

     Di dalam pondok, ada 7 tempat tidur dan sebuah dapur. Puteri Salju sangat lelah untuk melihat-lihat isi pondok tersebut, dan tiba-tiba jatuh tertidur. Pada sore hari, tujuh kurcaci yang tinggal di pondok tersebut, pulang. Mereka terkejut melihat ada seorang wanita muda di sana. Salah satu kurcaci membangunkannya dan bertanya siapa kah dia. Puteri Salju mengatakan kepada mereka kisah sedih nya. Tujuh kurcaci tersebut pun memahami perasaan Snow White dan memintanya untuk tinggal bersama mereka di pondok.

     Sementara di istana, pelayan tersebut kembali dan mengatakan kepada ibu tiri bahwa Puteri Salju telah tewas. Kemudian ibu tiri bertanya kepada cermin ajaib sekali lagi siapa yang paling cantik di negara itu dan masih cermin ajaib menjawab Puteri Salju lah yang tinggal di pondok kecil dengan tujuh kurcaci adalah yang tercantik. Jadi ibu tiri marah dan ia merencanakan sesuatu yang buruk untuk Puteri Salju.

     Kemudian ibu tiri menyamarkan dirinya sebagai seorang perempuan tua yang menjual sekeranjang apel beracun dan pergi ke pondok. Di pondok, tujuh kurcaci memperingatkan Puteri Salju untuk tidak membuka pintu untuk orang asing.

     Ibu tiri akhirnya tiba ke pondok dan mulai menawarkan Putri Salju sebuah apel. Puteri Salju menolak untuk membuka pintu tapi ibu tiri terus membujuk dan akhirnya Puteri Salju membuka pintu dan membeli apel kemudian dia memakannya. Sehingga Puteri Salju terjatuh dengan apel beracun di sampingnya.

     Pada sore hari, ketika tujuh kurcaci pulang, mereka terkejut dengan Puteri Salju yang terbaring di lantai dengan wajah pucat dan apel beracun di sampingnya. Ketujuh kurcaci sedih melihat Puteri Salju sedang sekarat tetapi belum meninggal. Kemudian tujuh kurcaci memutuskan untuk membuat tempat tidur indah terbuat dari peti mati kristal untuk membuat Putri Salju tetap hidup.

     Hari demi hari, tujuh kurcaci menunggu keajaiban datang ketika Puteri Salju tiba-tiba terbangun. Lalu suatu hari, ada seorang pengelana yang sebenarnya merupakan seorang pangeran dari kerajaan yang jauh, melihat seorang wanita cantik dibaringkan di tempat tidur kristal. Pengelana tersebut pun bertanya kepada kurcaci apa yang terjadi dan kurcaci menceritakan ceritanya.

     Mendengar cerita Puteri Salju, pangeran pun memutuskan untuk membawanya ke Istana dan meminta dokter untuk menyembuhkannya. Kemudian pangeran menciumnya untuk menunjukkan niatnya. Tapi tiba-tiba Puteri Salju kembali hidup. Faktanya adalah bahwa ciuman sang pangeran menghancurkan mantra. Kemudian sang pangeran meminta Puteri Salju untuk menikah dengannya.

     Mulai saat itu, Puteri Salju hidup bahagia di sebuah istana yang besar. Tapi dari waktu ke waktu, ia sering kembali untuk mengunjungi pondok kecil d
i hutan.
Showing posts with label Teks Narrative / Narrative text. Show all posts
Showing posts with label Teks Narrative / Narrative text. Show all posts

Monday, 21 September 2015

CINDERELLA

 
CINDERELLA


>English Version<
      Once upon a  time, there lived an unhappy young girl with her stepmother and two step sisters who didn't like her. All the nice things, kind thought and loving touches were for her own daughters. But, for the poor unhappy girl, there was nothing at all. For she had to work hard all day, and only when evening came was she allowed to rest for a while by the fire, near the cinders. That is how she got her nickname, for everybody called her Cinderella.

     It was quite true. Cinderella, even dressed in rags with a dusty gray face from the cinders, was a lovely girl. While her stepsisters, no matter how splendid and elegant their clothes, were still clumsy, lumpy, and ugly.


     One day, a ball was to be held by the royal family of the kingdom to find the prince's spouse. Cinderella's stepsisters ordered beautiful new dress for the ball. Cinderella wanted to go to the ball but her stepmother asked her to stay at home.


     "You? My dear girl, you're staying at home to wash the dishes, scrub the floor and turn down the beds for your stepsisters. They will come home tired and very sleepy." asked her stepmother.


     Cinderella only nodded her head and began to work. Suddenly something amazing happened. In the kitchen, where Cinderella was sitting all by herself, there was a burst of light and a fairy appeared.


     "Don't be afraid Cinderella, I know what you feel, my dear. Do you want to go to ball?" asked the fairy.


      "Yes, I do. But look! How can I go to the ball with this dress?" Cinderella replied.


     Then the fairy turned Cinderella's dress became the most beautiful dress and with beautiful slippers, the loveliest ever seen in the realm. The fairy also turned a pumpkin into a parking coach and turned the mice become six white horses.


     "Now, you can go to the Court and go to the ball. But remember my dear Cinderella, you must leave the ball at midnight and come home. For that is when the spell ends. Your coach will turn back into a pumpkin, the horses will become mice and you will be dressed again in rags with clogs.


     At the ballroom, Cinderella amazed everybody there include the prince. When the prince set eyes on Cinderella, he was stuck by her beauty. Walking over to her, he bowed deeply and asked her to dance. Cinderella had a wonderful time at the ball. But, all of a sudden, she heard the sound of a clock, the first stroke of midnight.


     Remembered what the fairy had said, Cinderella ran back to the coach and went home. But he lost one of her slippers in ballroom. The prince who was now madly in love with her, picked up her slipper and would search for the girl whose foot fitted with the slipper.


    In the next morning, the prince began to search everywhere in the kingdom but no girl whose foot fitted with the slipper. Until he found Cinderella house and asked Cinderella's stepsisters to wear the slipper. But none fitted with the slipper. The prince began hopeless.


      "Is there any girl else here" Asked the prince.


     "Yes, there are. But she is very ugly and I think she is not the girl that you are looking for." replied Cinderella's stepmother.


     "Call her here!" Asked the prince.


     Then Cinderella's stepmother called Cinderella to come out who was dressed in rags and wore clogs like usual. The prince began to wear the slipper into Cinderella foot, and it was fit.


     The prince believed that Cinderella was the girl he met in the ball. Then the prince asked Cinderella to marry him. And at the end, Cinderella and the prince lived happily ever after in the kingdom.


>Versi Bahasa Indonesia<
      Pada zaman dahulu, hiduplah seorang gadis muda yang tidak bahagia dengan ibu tirinya dan kedua sodara tirinya yang tidak menyukainya. Semua hal-hal yang baik, prasangka baik dan sentuhan yang penuh kasih adalah untuk anaknya sendiri. Akan tetapi, bagi gadis yang tidak bahagia itu, tidak ada sama sekali. Karena ia harus bekerja keras setiap hari, dan hanya saat malam tiba dia baru diizinkan untuk istirahat sementara waktu disamping perapian. Itu lah sebabnya dia mendapatkan panggilan akrabnya, semua orang memanggilnya Cinderella.

     Memang benar adanya. Cinderella, walaupun berpakaian compang-camping dengan wajah abu-abu berdebu karena abu perapian, adalah seorang gadis cantik. Sementara sodara tirnya, tidak peduli bagaimana pakaian mereka kenakan indah dan elegan, adalah gadis yang culun dan jelek.


     Suatu hari, pesta dansa diadakan oleh keluarga kerajaan untuk menemukan pasangan sang pangeran. Sodara tiri Cinderella memesan baju baru yang indah untuk pesta dansa teresebut. Cinderela ingin pergi ke pesta dansa tapi ibu tirinya memintanya untuk tinggal di rumah.


     "Kau Gadisku sayang,? Kamu tinggal di rumah untuk mencuci piring, menggosok lantai dan merapikan tempat tidur untuk sodara tiri kamu. Mereka akan pulang lelah dan sangat mengantuk." perintah ibu tirinya.


    Cinderella hanya menganggukkan kepalanya dan mulai bekerja. Tiba-tiba sesuatu yang menakjubkan terjadi. Di dapur, di mana Ciderella duduk sendiri, ada sorot cahaya dan muncul lah peri.


    "Jangan takut Cinderella sayang, saya tahu apa yang kamu rasakan, sayangku . Apakah kamu ingin pergi ke pesta dansa?" tanya peri.


    "Ya, saya ingin. Tapi lihatlah!. Bagaimana saya bisa pergi ke pesta dansa dengan gaun ini? Jawab Cinderella.


    Kemudian sang peri merubah gaun Cinderella menjadi gaun yang paling indah dan dengan sepatu yang indah, yang terindah yang pernah dilihat di alam. Peri itu juga merubah labu menjadi kereta kencana dan merubah tikus menjadi enam kuda putih.


   "Sekarang, kamu bisa pergi ke istana dan pergi ke ruang dansa. Tapi ingat sayangku Cinderella, kamu harus meninggalkan pesta dansa tepat di tengah malam dan pulang. Ketika itulah mantranya berakhir. Kereta kencana mu akan berubah kembali menjadi labu, kuda putihnya akan menjadi tikus dan kamu akan berpakaian compang-camping lagi serta memakai sandal.


    Pada ruang dansa, Cinderella membuat kagum semua orang di sana termasuk sang pangeran. Ketika pangeran menetapkan mata Cinderella, ia takjub oleh kecantikannya. Berjalan mendekatinya, ia membungkuk dalam-dalam dan mengajaknya berdansa. Cinderlla mendapati waktu yang indah di pesta dansa itu. Tapi, tiba-tiba, ia mendengar suara jam, berdentang untuk partama kali menunjukan tengah malam.


     Teringat apa peri katakan, Cinderella berlari kembali ke kereta kencana dan pulang. Tapi dia kehilangan salah satu sepatunya di ruang pesta. Pangeran yang sekarang jatuh cinta dengan dia, mengambil sepatu itu dan akan mencari gadis yang kaki pas dengan sepatu tersebut.


     Pada keesokan harinya, sang pangeran mulai mencari disetiap penjuru kerajaan tapi tidak ada gadis yang kakinya pas dengan sepatu itu. Sampai dia menemukan rumah Cinderella dan meminta sodara tiri Cinderella untuk memakai sepatu tersebut. Tapi tak satu pun pas dengan sepatu itu. Pangeran pun mulai putus asa.


     "Apakah ada gadis lain di sini?" pangeran bertanya.


    "Ya, ada. Tapi dia sangat jelek. Dan saya pikir dia bukanlah gadis yang Anda cari." jawab ibu tiri Cinderella.


     "Panggil dia kesini!" Kata pangeran.


     Kemudian ibu tiri Cinderella memanggil Cinderella untuk keluar dengan berpakaian compang-camping dan mengenakan sendal seperti biasa. Pangeran mulai memakaikan sepatu ke kaki Cinderella, dan ternyata pas.


     Pangeran percaya bahwa Cinderlla adalah gadis yang dia temui di pesta dansa. Kemudian sang pangeran meminta Cinderella untuk menikah dengannya. Dan pada akhirnya Cinderella dan sang pangeran hidup bahagia selamanya di kerajaan.


Sekian cerita Cinderella kali ini, semoga bermanfaat

Sunday, 20 September 2015

Mouse Deer and Crocodile

 KISAH KANCIL DAN BUAYA


>English version<

     One day, Mouse Deer went down to the river to take a drink. But he knew that the crocodile might be waiting underwater to eat him, so he said out loud. “I wonder if the water’s warm. I’ll put in my leg and find out.” Of course Mouse Deer didn’t put in his leg. He picked up a stick instead and put one end into the water. Chomp…! Crocodile grabbed the stick and pulled it underwater. Mouse Deer laughed. “Ha… ha…ha… Stupid crocodile! Cant you tell the difference between a stick and a leg?” Then Mouse Deer ran off to drink somewhere else.

     In the next day, Mouse Deer wanted to cross the river. He wanted to eat the fruits on the other side of the river. He saw a floating log in the river. He knew that Crocodile looked like a log when he floated. Mouse Deer didn’t want to be eaten by Crocodile when he crosses the river. He had an idea. He called out loud, “Crocodile!” Crocodile rose from the water, “Hello, Mouse Deer. Have you come to be my lunch?” Mouse Deer smiled. “Sorry, not today, Crocodile. I have orders from the King. He wants to invite all the crocodiles in this river to a party. He wants me to count all the crocodiles so he could prepare enough meal for you.”
“Really…? Tell us what to do,” said Crocodile. “You must line up from this side of the river to the other side,” said Mouse Deer. Crocodile then got all his friends and family. They lined up across the river. Mouse Deer then jumped onto Crocodile’s back. “One,” he counted. He jumped on to the next crocodile, “Two.” And the next crocodile, “Three.” Mouse Deer kept jumping until he arrived on the other side of the river. “How many are there?” asked Crocodile. “Just enough,” said Mouse Deer. He laughed as he ran to the forest.

>Versi Bahasa indonesia<

     Suatu hari, Kancil pergi ke sungai untuk minum. Tapi ia tahu bahwa buaya mungkin menunggu didalam air untuk memakannya, jadi dia berteriak keras-keras. "Aku ingin tahu apakah air hangat. Aku akan memasukkan kaki saya ke dalam air dan mencari tahu. "Tentu saja Kancil memasukkan kakinya. Dia mengambil tongkat dan memasukkan satu ujung ke dalam air. Chomp …! Buaya menyambar tongkat dan menariknya ke bawah air. Kancil tertawa. "Ha … ha … ha … buaya bodoh! Tidak bisakah membedakan antara tongkat dan kaki?" Lalu Kancil lari menjauh untuk minum di tempat lain.

     Pada hari berikutnya, Kancil ingin menyeberang sungai. Dia ingin makan buah-buahan di sisi lain sungai. Dia melihat batang kayu mengambang di sungai. Dia tahu bahwa Buaya tampak seperti kayu mengambang ketika ia mengambang. Kancil tidak mau dimakan oleh buaya ketika ia melintasi sungai. Dia punya ide. Ia berseru keras, "Buaya!" Buaya terangkat dari air, "Hai, Kancil. Apa kamu datang untuk menjadi makan siangku? "Kancil tersenyum. "Maaf, tidak hari ini, Buaya. Saya mendapat perintah dari Raja. Dia ingin mengajak seluruh buaya di sungai ini ke pesta. Dia ingin aku menghitung semua buaya sehingga ia bisa mempersiapkan cukup makanan untuk kamu." "Benarkah…? Beritahu kami apa yang harus dilakukan," kata Buaya. “kamu harus berbaris dari sisi sungai ke sisi lain,” kata Kancil. Buaya kemudian memanggil semua teman-temannya dan keluarganya. Mereka berbaris hingga seberang sungai. Kancil lalu melompat ke punggung buaya. "Satu," ia menghitung. Dia melompat ke buaya berikutnya, "Dua." Dan buaya berikutnya, "Tiga." Kancil terus melompat sampai ia tiba di sisi lain sungai. "Berapa banyak?" Tanya Buaya. "Cukup," kata Kancil. Dia tertawa sambil berlari ke hutan

RAPUNZEL

RAPUNZEL

 >English version<

      Once upon a time, There were a married couple lived in the village. They felt very lonely because of no children accompanying them. They always prayed to God to give a child. Then God answered their praying. One day his wife was pregnant. He was so happy. Their days turned into happiness. They spent the days together.

     One day, his wife fell sick. She suffered a strange illness. Her husband had tried to treat her, but she didn’t turn to be healthy. Even her healthy was getting worse. She could not eat any food. He was so worried both his wife and the baby’s health.

     Then he remembered that there was a magic flower in the forest which could cure every illness. But it was guarded by a cruel witch. He went to the forest to pick the magic flower because he really loved his wife and the baby. having arrived in the forest, he saw the flower and picked it. But While he was picking it, the witch saw him and wanted to kill him.”Please don’t kill me”. He begged. “My wife is pregnant and now suffering a strange illness. If I don’t give this magical flower, she and her baby will die”. He added. The witch felt sorry for him and let him go. But she told him if the baby was born, he had to give the baby to her. Because of his worrying, he nodded to agree the condition.

     Having arrived home, he immediately gave the magic flower to his wife . Then the miracle happened! His wife’s strange illness astonishingly disappeared. She bore a beautiful baby. But suddenly the witch came and robbed the baby and took her away. They just saw her leaving without doing anything to prevent it.
The witch put the the baby to the very high tower. There was no door. It only had a window. The witch was raising the baby in the tower and gave her name, Rapunzel. Some years later, Rapunzel grew to be a beautiful girl. 

     Rapunzel has a very long hair. Because it was never cut. The witch used it to climb the tower to give her food. The witch always called her from below. “Rapunzel!! let your hair down! I bring some food for you”. She said. Besides her beautiful face, Rapunzel also had a very beautiful voice. She stayed on the top of tower alone. She never saw human except the witch. She felt so lonely that she spent her days by singing.
One day, a handsome prince passed the tower. He heard Rapunzel singing beautifully. Then he fell in love with her voice. Every day the prince came to the tower to listen to Rapunzel. Until one day he saw the witch climbed the tower using Rapunzel hair. On the next day, the prince wanted to climb the tower. He was very anxious about her. Then he followed the way the witch called Rapunzel. “Rapunzel, let your hair down”. He imitated the witch. Then Rapunzel let her hair down. He climbed to the top of tower with it. After he had reached the top, Rapunzel was so surprised to know that it was not the witch but a handsome prince. Then they fell in love each other. The prince told about everything outside the tower. He invited her to escape. But when they wanted to escape, the witch came and pushed him from the top. It caused him blind. The witch got angry with her. Then she cut Rapunzel’s hair and expelled her to the desert.

     Many years the prince had tried to find her. Although he was blind, he never gave up. He believed he could find her because of her beautiful voice. One day, he reached the desert and heard a voice. He felt familiar with the voice. Then they met again. Rapunzel hugged him and cried happily until her tear fell down to the prince’s blind eyes. Miraculously it made the prince’s sight back. Afterwards the prince brought Rapunzel to his kindom and they lived happily forever.


>Versi Bahasa Indonesia<

     Dahulu kala, ada pasangan suami istri yang telah menikah dan tinggal di sebuah desa. Mereka merasa sangat kesepian karena tak kunjung mempunyai seorang anak. Mereka selalu berdoa kepada Tuhan untuk menganugrahkan seorang anak. Kemudian Tuhan menjawab doa mereka. Dan akhirnya sang istripun hamil. Dia begitu bahagia. Hari-hari mereka berubah menjadi kebahagiaan. Mereka menghabiskan hari-hari mereka bersama-sama.

     Suatu hari, istrinya jatuh sakit. Dia menderita penyakit aneh. Suaminya telah mencoba untuk mengobati, tapi dia tidak kunjung sembuh. Bahkan penyakitnya semakin parah. Dia tidak bisa memakan apapun. Sang suami begitu mengkhawatirkan kondisi istri dan calon buah hatinya.

     Lalu ia teringat bahwa ada bunga ajaib di hutan yang bisa menyembuhkan setiap penyakit. Tapi dijaga oleh seorang penyihir yang kejam. Ia pergi ke hutan untuk memetik bunga ajaib tersebut karena cintanya kepada istri dan bayinya sangat besar. sesampainya di hutan, ia melihat bunga ajaib tersebut dan mengambilnya. Namun ketika ia sedang memetik bunganya, penyihir tersebut melihat dia dan ingin membunuhnya. “Tolong jangan bunuh saya”. Dia memohon. “Istri saya sedang hamil dan sekarang menderita penyakit aneh. Jika saya tidak memberikan bunga ajaib ini, ia dan bayinya akan mati”. Dia menambahkan. Penyihir merasa kasihan padanya dan membiarkannya pergi. Tapi dia mengatakan kepadanya jika bayi tersebut lahir, ia harus memberikan bayi itu kepadanya. Karena khawatir, dia mengangguk setuju dengan persyaratan tersebut.

      Setelah tiba di rumah, ia langsung memberikan bunga ajaib kepada istrinya. Maka keajaiban pun terjadi! Penyakit aneh istrinya menghilang secara ajaib. Dia melahirkan bayi yang cantik. Tapi tiba-tiba si penyihir datang dan merebut bayi tersebut dan membawanya pergi. Mereka hanya melihat sang penyihir pergi tanpa mampu melaukan apapun untuk mencegahnya.

      Penyihir menempatkan bayi pada menara yang sangat tinggi. Tidak ada pintu dan hanya memiliki satu jendela. Penyihir itu membesarkan bayi tersebut di menara dan memberikan nama, Rapunzel. Beberapa tahun kemudian, Rapunzel tumbuh menjadi seorang gadis cantik. Dia memiliki rambut yang sangat panjang. Karena tidak pernah dipotong. Penyihir menggunakannya untuk memanjat menara untuk memberikan makanan. Penyihir selalu memanggilnya dari bawah. “Rapunzel!! turunkan rambutmu! aku membawa beberapa makanan untukmu”. Dia berteriak. Selain wajahnya yang cantik, Rapunzel juga memiliki suara yang sangat indah. Dia tinggal di puncak menara sendirian. Dia tidak pernah melihat manusia kecuali sang penyihir. Dia merasa sangat kesepian sehingga dia menghabiskan hari-harinya dengan bernyanyi.

     Suatu hari, seorang pangeran tampan melewati menara. Dia mendengar Rapunzel bernyanyi indah. Kemudian ia jatuh cinta dengan suaranya. Setiap hari sang pangeran datang ke menara untuk mendengarkan Rapunzel bernyanyi. Hingga suatu hari ia melihat sang penyihir menaiki menara menggunakan rambut Rapunzel. Keesokan harinya, sang pangeran ingin memanjat menara. Dia sangat penasaran seperti apa Rapunzel. Kemudian ia mengikuti cara penyihir memanggil Rapunzel. “Rapunzel, biarkan rambutmu ke bawah”. Dia meniru penyihir. Kemudian Rapunzel membiarkan rambutnya turun. Dia naik ke puncak menara dengan itu. Setelah dia mencapai puncak, Rapunzel sangat terkejut mengetahui bahwa itu bukan penyihir tapi seorang pangeran tampan. Kemudian mereka saling jatuh cinta. Pangeran bercerita tentang segala sesuatu di luar menara. Dia mengajak Rapunzel untuk melarikan diri. Tetapi ketika mereka akan melarikan diri, penyihir itu datang dan mendorong sang  pangeran  dari atas. Hingga menyebabkan sang pangeran buta. Penyihir tersebut marah dengan Rrapunzel. Lalu ia memotong rambut Rapunzel dan mengucilkannya ke padang pasir yang jauh.

     Bertahun-tahun pangeran telah mencoba untuk mencari Rapunzel. Meskipun dia buta, dia tidak pernah menyerah. Dia percaya dia bisa menemukannya karena suara Rapunzel yang indah. Suatu hari, ia sampai di padang pasir dan mendengar suara. Dia merasa mengenali suara tersebut. Kemudian mereka bertemu lagi. Rapunzel memeluknya dan menangis bahagia sampai air matanya jatuh ke mata sang pangeran. Ajaibnya air mata tersebut membuat mata sang pangeran kembali normal. Setelah itu sang pangeran membawa Rapunzel ke kerajaannya dan mereka hidup bahagia selamanya.

SNOW SHITE

SNOW WHITE
#English version#


 Once upon a time in a great castle, there was a beautiful princess. She was very pretty, with blue eyes and long black hair. Her skin was delicate and white, and so she was called Snow White. Snow White had a step mother who was always jealous of Snow White's beauty. Her step mother too was very beautiful, and the magic mirror told her this every day, whenever she asked it.

   One day, the step mother asked the magic mirror who the loveliest lady in the land was and the magic mirror answered Snow White was the loveliest in the land. The step mother was very mad. Then he asked her trusty servants to take Snow White into the forest, far away from the Castle and killed her. But the servant didn't kill Snow White, He led the innocent little girl away.

   In the forest, little Snow White was alone and scared. She didn't know where she should go. But suddenly she saw a small strange cottage. She wondered who lived there, then she entered the cottage.

   Inside the cottage, there was 7 beds and a kitchen. Snow White was to tired to explore the cottage, and suddenly fallen a sleep. In the afternoon, the seven dwarfs who lived in the cottage, came home. They surprised to see there was a young lady there. One dwarf woke her up and asked who was she. Snow White told them her sad story. The seven dwarfs understood the feeling of Snow White and asked her to live with them in the cottage.

   Meanwhile in the castle, the servant came back and told to the step mother that Snow White was killed. Then the step mother asked the magic mirror once again who the loveliest in the land was and still the magic mirror answered the Snow White who lived in the small cottage with seven dwarfs was the loveliest one in the land. So the step mother was angry and she planed something bad to Snow White.

   Then the step mother disguising herself as an old women who sold a basket of poisoned apples and went to the cottage. In the cottage, the seven dwarfs warned Snow White to not open the door to the stranger.

  The step mother finally arrived to the cottage and began to offer Snow White an apple. Snow White refused to open the door but the step mother kept persuade and finally Snow White opened the door and brought an apple then he ate it. So Snow White fallen down with the poisoned apple beside her.

   In the afternoon, when the seven dwarfs came home, they were surprised with Snow White who laid down on the floor with pale face and a poisoned apple beside her. The seven dwarfs were sad seeing the Snow White was dying but not die yet. Then the seven dwarfs decided to make a beautiful bed made from a crystal coffin to make Snow White keep alive.

   Day by day, the seven dwarfs waited for the miracle came when Snow White suddenly woke up. Then one day, there was a wanderer who actually a prince from far away kingdom saw a beautiful lady was laid down on crystal bed. The wanderer asked the dwarfs what was happened and the dwarfs told him the story.

   Heard the Snow White's story, the princes decided to carry her to his Castle and asked the doctor to help her. Then the prince kissed her to show his intention. But suddenly Snow White was back to life. The fact was that the prince's kiss broke the spell. Then the prince asked Snow White to marry him.

   From that day on, Snow White lived happily in a great castle. But from time to time, she was drawn back to visit the little cottage down in the forest.



>Versi Bahasa Indonesia<

     Suatu ketika di sebuah istana yang besar, hiduplah seorang putri cantik. Dia sangat cantik, dengan mata biru dan rambut hitam nan panjang. Kulitnya halus dan putih, sehingga ia dipanggil Puteri Salju. Puteri Salju memiliki ibu tiri yang selalu iri akan kecantikan Puteri Salju. Ibu tiri nya juga sangat cantik, dan cermin ajaib mengatakan hal tersebut setiap hari, setiap kali ia bertanya.

     Suatu hari, ibu tirinya bertanya kepada cermin ajaib siapa wanita yang paling cantik di negeri itu dan cermin ajaib menjawab Puteri Salju lah yang tercantik di negeri itu. Ibu tiri itu sangat marah. Lalu ia meminta pelayan kepercayaannya untuk membawa Puteri Salju ke hutan, jauh dari istana dan membunuhnya. Tapi pelayan tersebut tidak membunuh Puteri Salju, Dia membiarkan gadis kecil tak berdosa itu pergi.

     Di hutan, Snow White sendirian dan takut. Dia tidak tahu ke mana dia harus pergi. Tapi tiba-tiba ia melihat sebuah pondok kecil yang aneh. Dia bertanya-tanya siapa yang tinggal di sana, maka ia memtuskan untuk masuk ke pondok tersebut.

     Di dalam pondok, ada 7 tempat tidur dan sebuah dapur. Puteri Salju sangat lelah untuk melihat-lihat isi pondok tersebut, dan tiba-tiba jatuh tertidur. Pada sore hari, tujuh kurcaci yang tinggal di pondok tersebut, pulang. Mereka terkejut melihat ada seorang wanita muda di sana. Salah satu kurcaci membangunkannya dan bertanya siapa kah dia. Puteri Salju mengatakan kepada mereka kisah sedih nya. Tujuh kurcaci tersebut pun memahami perasaan Snow White dan memintanya untuk tinggal bersama mereka di pondok.

     Sementara di istana, pelayan tersebut kembali dan mengatakan kepada ibu tiri bahwa Puteri Salju telah tewas. Kemudian ibu tiri bertanya kepada cermin ajaib sekali lagi siapa yang paling cantik di negara itu dan masih cermin ajaib menjawab Puteri Salju lah yang tinggal di pondok kecil dengan tujuh kurcaci adalah yang tercantik. Jadi ibu tiri marah dan ia merencanakan sesuatu yang buruk untuk Puteri Salju.

     Kemudian ibu tiri menyamarkan dirinya sebagai seorang perempuan tua yang menjual sekeranjang apel beracun dan pergi ke pondok. Di pondok, tujuh kurcaci memperingatkan Puteri Salju untuk tidak membuka pintu untuk orang asing.

     Ibu tiri akhirnya tiba ke pondok dan mulai menawarkan Putri Salju sebuah apel. Puteri Salju menolak untuk membuka pintu tapi ibu tiri terus membujuk dan akhirnya Puteri Salju membuka pintu dan membeli apel kemudian dia memakannya. Sehingga Puteri Salju terjatuh dengan apel beracun di sampingnya.

     Pada sore hari, ketika tujuh kurcaci pulang, mereka terkejut dengan Puteri Salju yang terbaring di lantai dengan wajah pucat dan apel beracun di sampingnya. Ketujuh kurcaci sedih melihat Puteri Salju sedang sekarat tetapi belum meninggal. Kemudian tujuh kurcaci memutuskan untuk membuat tempat tidur indah terbuat dari peti mati kristal untuk membuat Putri Salju tetap hidup.

     Hari demi hari, tujuh kurcaci menunggu keajaiban datang ketika Puteri Salju tiba-tiba terbangun. Lalu suatu hari, ada seorang pengelana yang sebenarnya merupakan seorang pangeran dari kerajaan yang jauh, melihat seorang wanita cantik dibaringkan di tempat tidur kristal. Pengelana tersebut pun bertanya kepada kurcaci apa yang terjadi dan kurcaci menceritakan ceritanya.

     Mendengar cerita Puteri Salju, pangeran pun memutuskan untuk membawanya ke Istana dan meminta dokter untuk menyembuhkannya. Kemudian pangeran menciumnya untuk menunjukkan niatnya. Tapi tiba-tiba Puteri Salju kembali hidup. Faktanya adalah bahwa ciuman sang pangeran menghancurkan mantra. Kemudian sang pangeran meminta Puteri Salju untuk menikah dengannya.

     Mulai saat itu, Puteri Salju hidup bahagia di sebuah istana yang besar. Tapi dari waktu ke waktu, ia sering kembali untuk mengunjungi pondok kecil d
i hutan.